Plangkrongan Sebelum desa plangkrongan berdiri sendiri, dahulu kala hanya merupakan lereng gunung yang dikenal dengan nama gunung Tambal. Sekitar tahun 1826 ada beberapa pendatang yang akan membuka hutan atau babad alas gunung Tambal tersebut. Beberapa tokoh pendatang tersebut diantaranya adalah : Patih Citro Kusumo pelarian dari Mataram berdomisili di Plangkrongan bagian barat beserta kerabatnya. Di bagian utara datang Kyai Beji beserta santri - santrinya. Di bagian timur datang seseorang bernama Kyai Sentono beserta santri - santrinya. Di bagian selatan tepatnya di gunung Tambal datang seorang Kyai bernama Bei Haji beserta Ki Saijoyo menguasai gunung Tambal beserta pengikutinya. Beberapa pendatang tersebut mengadakan oertemuan di bawah batang Bulu tepatnya di dukuh Plangkrongan. Dari pertemuan tersebut disepakati bahwa akan dibentuk desa yang dinamai PLANGKRONGAN.